11 Tanda-tanda Hamil Muda Sering Tidak Disadari Bumil

tanda-tanda hamil muda,hb rendah saat hamil, bahaya hb rendah saat hamil, cara meningkatkan hb, hb rendah menjelang persalinan

Tanda-tanda hamil muda. Kehamilan merupakan kabar menyenangkan bagi setiap wanita khususnya dan juga pasangan tentunya. Kehamilan merupakan wujud dari saling cinta antara dua insan dalam satu ikatan pernikahan.

Seperti apa sih tanda-tanda hamil muda. Pada sebagian orang tanda-tanda hamil muda bisa langsung terasa dan terlihat. Tetapi bagi sebagian orang juga ada yang tidak merasakan tanda-tanda hamil muda tahu-tahu sudah hamil 2 hingga 3 bulan. Nah yuk cek. Siapa tahu sedang hamil.

Perubahan tubuh dan beerapa masalah yang mengikutinya memang akan seringkali membuat ibu hamil tidak nyaman. Namun, bunda enggak perlu kuatir. Itu lumrah terjadi akiat perubahan hormon selama kehamilan.” Kata Rusmalia B. Salman dalam bukunya berjudul 30 Perubahan Tubuh Selama Hamil.

Simak: Cara Menghitung Masa Subur dan Menentukan Jenis Kelamin Anak

Berdasarkan pengalaman dan merujuk pada beberapa sumber, berikut ini adalah tanda-tanda hamil muda:

Tanda-tanda Hamil Muda

Terlambat Haid Sebagai Tanda-tanda Hamil Muda

Tanda ini bisa menjadi patokan bagi mereka yang sebelumnya memang memiliki siklus haid yang rutin. Bagi mereka yang haidnya rutin maka ketika hamil akan langsung bisa terlihat dari terlambatnya haid.

Terlambat haid memang belum tentu merupakan tanda-tanda hamil muda. Bagi sebagian wanita, yang siklus haidnya memang tidak teratur bisa saja terlambat haid karena faktor psikologis seperti stres. Atau karena pola hidup yang kurang teratur.

Untuk memastikan bisa langsung cek mandiri saja dengan menggunakan test pack. Selanjutnya jika memang positif bisa dilanjutkan pemeriksaan dengan USG.

tanda-tanda hamil mudacara meningkatkan berat badan janin, cara meningkatkan hb, bahaya hb rendah saat hamil
Ilustrasi Gambar by Canva

Mudah Merasa Lapar Juga Tanda-tanda Hamil Muda

Jika sudah dipastikan positif hamil pada umumnya bumil muda akan sering merasa lapar. Karena tubuh ibu hamil muda membutuhkan tambahan 200 kalori per hari di awal kehamilan. Ini normal jika bumil muda menjadi lebih sering makan dari pada sebelum hamil.

Saat ada janin di dalam rahim ibu, ada kerjasama berbagai kelenjar dan organ, otak memerintahkan tubuh untuk mengaktifkan hormon lapar karena makanan yang dikonsumsi bumil turut dialirkan ke janin.

Payudara bengkak

Ini salah satu tanda yang sering muncul pada kebanyakan ibu hamil muda. Payudara menjadi terisi karena untuk mempersiapkan ASI untuk ibu yang menyusui setelah melahirkan. Selain bengkak, payudra menjadi sangat lunak dan sensitif. Sayangnya, salah satu tanda jelang haid adalah payudara yang bengkak bahkan nyeri.

Sehingga, beberapa perempuan sering menganggap dia akan haid. Padahal, payudaranya membengkak karena sedang ada janin di rahim. “Tidak semua wanita mengalami perubahan ini, terutama jika menggunakan pil KB,” ujar ahli laktasi, Teresa Pitman.

Pusing dan seperti ingin pingsan

Adanya perubahan hormon, ditambah detak jantung meningkat untuk memompa darah dapat menyebabkan tekanan darah menurun. Ya, saat terbentuk embiro di rahim Bumil, maka akan ada banyak darah dibutuhkan untuk tumbuh kembang embrio yang nantinya akan jadi janin lalu menjadi bayi.

Inilah alasan banyak ibu hamil sering merasa ingin pingsan di awal kehamilan yang didahului dengan rasa pusing berlebih. Ini perlu diwaspadai dan dihindari dengan memperhatikan nutrisi serta aktivitas fisik yang harus dilakukan oleh ibu hamil muda.

Sakit Kepala


Frekuensi sakit kepala pada ibu hamil muda akan meningkat. Banyak wanita mengalami sakit kepala di awal kehamilan. Namun, beberapa wanita yang diketahui ternyata hamil setelah melakukan pemeriksaan, melaporkan kalau migrain yang dialami saat hamil hilang menjelang lahiran. Migrain bisa dirasakan saat jumlah darah lebih banyak dialirkan ke tubuh, termasuk kepala hingga menimbulkan tekanan di kranial.

Aerola menghitam

Padabeberapa wanita, perubahan hormon ketikahamil bisa menyebabkan daerah puting susu atau aerola menghitam lebih lebar. Ini terjadi karena respons tubuh untuk mempersiapkan ASI ketika Bunda menyusui setelah melahirkan si kecil nantinya. Jadi, tidak perlu panik kalau perlahan aerola terlihat lebih hitam dari biasanya.

Sering buang air kecil dan konstipasi

Saat hamil, rahim akan menekan kandung kemih yang bisa membuat Bunda lebih sering buang air kecil. Seringnya BAK dikaitkan dengan kondisi banyak minum atau udara yang dingin.

Selain itu, tekanan dan perubahan pada usus juga dapat menyebabkan sembelit. Ini bisa saja dikira adanya gangguan pencernaan yang membuat Bunda sulit buang air besar (BAB). Padahal, itu adalah tanda di awal kehamilan.

Kelelahan

Faktanya, kelelahan adalah salah satu tanda kehamilan di minggu-minggu pertama. Karena bumil butuh banyak energi untuk menjaga janin agar tetap aman. Tapi lagi-lagi, karena tidak memahami, perempuan bisa mengira dia kelelahan karena aktivitas fisik yang padat.

Merasa mual

Mual bisa disebabkan meningkatnya hormon kehamilan atau Human chorionic gonadotropin (hCG). Sekitar 80 persen wanita merasakan morning sickness di awal kehamilan.

Ketika wanita tidak memahami tanda-tanda hamil muda, masuk angin atau kelelahan pun dapat dikira penyebab mual yang kadang disertai muntah. Maka dari itu, jika Bunda sering merasa mual dan muntah selama berhari-hari, baiknya segera cek ke dokter guna memastikan penyebabnya. Apakah gangguan pencernaan atau tanda hamil.

Hal ini bisa diatasi dengan memakan makanan yang tidak berlemak. Buah segar, sereal aneka biskuit atau cemilan yang disukai bumil. Intinya bumil harus tetap makan meskipun mual demi janin yang dikandung.



Indra penciuman sensitif

Banyak bumil muda merasa punya indra penciuman yang sensitif selama hamil. Makanya, sering kita lihat kan, bumil mual karena bau parfum atau makanan tertentu.

 Nah, beberapa peneliti berspekulasi kalau bumil sebaiknya menghindari makanan yang berbau menyengat supaya rasa tidak nyaman ibu bisa berkurang.

Perubahan mood

Perubahan mood adalah perubahan emosi yang terjadi selama kehamilan. Ini wajar terjadi ya, Bun. Dikarenakan perubahan hormon yang fluktuatif juga berpengaruh pada kondisi psikologis ibu hamil. Nah, perubahan mood sering dikaitkan dengan PMS atau premenstual syndrome. Sehingga, seringkali ibu hamil terkecoh dan  mengiranya sebagai PMS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *