About Me

Spread the love

Ana. Di website ini saya menuliskan sebagian pengalaman travelling, cooking, parenting dan sedikit pengetahuan serta pengalaman yang saya miliki. Semoga bermanfaat.

 

Salah satu pengalaman menarik menurut saya sendiri adalah saat nekad memilih tandem nursing dan Nursing While Pregnant. Jika ada teman-teman yang sedang dilema tentang ini mari berbagi pengalamannya ya. Ternaya menyusui dua bayi sekaligus (bukan kembar) itu tidak mudah tetapi bisa diupayakan. Pun ketika harus menyusui dan harus hamil dalam waktu yang bersamaan.

Salam kenal,

Nama saya Ana Khoiruroh

Salah seorang alumni SMAN 1 Gondangwetan yang cenderung pendiam. Dengan nilai dari semua mapel yang standar aja. Gak pintar amat dan gak bodoh sangat.

Hampir tidak pernah main jauh dari rumah kecuali untuk les atau acara sekolah. Pernah jadi kandidat cak ning kelas, gugur di screening ke-2 karena biasalah my english is not well haha.

Detik kelulusan SMA mimpinya simpel. Ingin masuk jurusan Psikologi karena ingin memahami dirinya sendiri sembari selanjutnya berharap bisa bermanfaat lebih luas dari itu.

Si pendiamAna yang hanya punya believe bahwa ia akan masuk di universitas negeri meski nilai mapelnya biasa aja gak ada yang istimewa.

Alhamdulillaah lolos UIN Malang.

Si pendiam Ana yang takut pacaran, katanya. Bukan takut tapi males karna merasa gak penting banget. Tapi setelah paham, akhirnya benar-benar takut ya wkwkwk. Takutnya sama Allah ya.

Si pendiam Ana yang susah memahami dua mapel akuntansi dan sejaarrah. Dapat nilai 60-70 untuk dua mapel itu sudah beruntung sekali.

Masukin kredit debet aja memahaminnya pakai hafalan. Kalau bertemu soal yang bahasa soalnya beda lagi dengan yang dihafal, blank dah wkwkwkw. Semua mapel gak ada yang menonjol dikuasai.

Sampai di kelas Psikologi, ia sedikit berbesar hati. Karena menurut ilmu ini kecerdasan manusia itu tidak hanya terwujud dalam kecerdasan inteligensi. Kesuksesan seseorangpun tidak hanya tergantung pada tingkat kecerdasan IQ nya.

Panggilannya Ana

Soal baju dia lebih suka warna dasar dan warna pastel ala-ala vanila hijab.

Hingga saat ini Cukup sekotak susunan teratas dalam lemari plastik bersusun 3, sejumlah itulah bajunya. Sudah include baju daily, gamis, kerudung, dll.Cukup simpel soalbaju.

Jika kau melihatnya memakai sepatu maka itulah satu-satunya sepatu yang dimilikinya. Hampir gak pernah punya sepatu lebih dari 1. Sepasang sepatu dan sepasang sandal jepit dimiliki, sudah tentram hatinya.

Sebagian kawan Malang memanggilnya Nona (Nona Ana)

Bukan anak kota, hanya kelahiran Blitar tumbuh besar di Pasuruan dari TK hingga SMA. Merantau ke Malang saat S1 (UIN Malang) dan Jogja untuk studi S2 di UGM. Menikah hingga sekarang tinggal di salah satu kota di Jatim :D.

Pendiam sekaligus minderan. Gak ada istimewanya pokoknya. Saking mindernya, dia kurang suka bergerombol jandoman ala-ala pesbuker. Dia lebih suka hubungan interpersonal yang privat dan hangat serta berkualitas. Sehingga kesannya dia suka pilih-pilih teman.

Jadi wajar tidak punya banyak teman selayaknya pribadi sanguinis. Beruntung ia berjodoh dengan pribadi sanguinis yang ya begitulah hahai. Kalau di facebook pertemanannya bisa hampir 5ribu, jangan percaya dia kenal semua di dunia nyata. Itulah indahnya media sosial. Menyatukan yang sehati dan sevisi eaaaa…….

Sampai pada satu waktu ia tersadar bahwa dirinya saat itu telah banyak berubah. Hal yang tak pernah disangka salah satunya adalah menjadi ketua departemen di salah satu organisasi ekstra kampus.  Tak perlu tahulah ya organisasinya apa wkwkwk…..Terakhir di kampus UGM dia pernah menjadi co kemuslimahan HIMMPAS (Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana).

Sampai dia sendiri sering bertanya pada dirinya sendiri, kok aku ternyata bisa ya jadi ketua departemen, ngomong depan forum meski kecil, memanagemen masalah internal departemen dan organisasi, managemen tim, dll.

Ya eelllah ini prestasi kecil dan sepele banget kan bagi banyak orang selain ku tentu. Tapi tidak buat ku yang pendiam dan minderan ini. Seringkali untuk menyiapkan presentasi di kelas kuliah aja harus berlatih di depan kaca, merancang akan bergaya bicara seperti apa nanti ketika presentasi, dst. 😀

Hadew gak bakat banget yang namanya publik speaking lah. Sampai sekarangpun masih maju mundur kalau disuruh ikut training publik speaking, mending ikut training menulis dan Search Engine Optimation (SEO) atau youtube adsen 

Ya meski pernah juga sesekali menjadi pembicara di acara diskusi mahasiswa level fakultas 😀

Maklumlah dia adalah si melankolis yang suka berkreasi di belakang layar, katanya. Kalau ingat2 masa transformasi itu pengen ketemu sama pribadi2 yang sudah berjasa memberikan perubahan-perubahan bermanfaat dalam dirinya.

Sekarang sibuk dengan dua balita ini.

Selebihnya baca-baca aja ya sahabat sakinah. Jika ada yang bermanfaat mohon berkenan untuk share. Terimakasih sudah berkenan mampir. 🙂