pembinaan keluarga, pentingnya pembinaan keluarga

Memberikan Dukungan Terhadap Pembinaan (Tarbiyah) Anggota Keluarga

Dukungan Terhadap Pembinaan Anggota Keluarga – sakinahbersamamu.com. Sebelum kita bicara tentang bagaimana kita harus memberikan dukungan penuh agar seluruh anggota keluarga mengikuti sebuah pembinaan.

Maka yang pertama perlu kita pahami dulu adalah tentang pentingnya pembinaan anggota keluarga kita.

Bagaimana kita bisa mendukung kalau kita sendiri tidak paham tentang pentingnya sebuah pembinaan?

Maka poin yang pertama akan kita bahas adalah tentang pentingnya pembinaan Keluarga.

Pentingnya Pembinaan Anggota Keluarga

Kenapa Pembinaan atau Tarbiyah Keluarga itu Menjadi Penting?

Pembinaan anggota keluarga atau yang sering disebut sebagai tarbiyah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk fondasi yang kuat bagi kehidupan individu maupun keluarga secara keseluruhan.

Tarbiyah tidak hanya berfokus pada aspek agama, tetapi juga meliputi pendidikan moral, nilai-nilai, keterampilan sosial, dan perkembangan pribadi. Berikut adalah beberapa alasan mengapa pembinaan anggota keluarga sangat penting:

Keluarga Adalah Tempat Tumbuh Kembang Anak Alami

Keluarga adalah tempat pengasuh alami yang melindungi anak yang baru tumbuh dan merawatnya, serta membangun fisik dan akalnya dan spiritualnya. Dalam naungan keluarga, perasaan cinta, empati, dan solidaritas berpadu dan menyatu.

Anak-anak pun akan bertabiat yang biasa dilengkapi sepanjang hidupnya. Lalu dengan petunjuk dan arahan keluarga, anak-anak akan dapat menyongsong hidup, mamahami makna hidup dan tujuan-tujuannya, serta bagaimana berinteraksi dengan hidupnya. (Referensi : Muhamud Al-Juari & Muhammad Abdul Hakim Khayyal. Membangun Keluarga Qur’ani (Panduan Untuk Wanita Muslimah)…,hlm. 3.)

Perintah Allah Untuk Menjaga Diri dan Keluarga

Lalu Allah juga memberikan isyarat jelas tentang kewajiban untuk memelihara diri dan keluarga dari api neraka.

Artinya:“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.(Q.S.At-Tahrim: 6)61

Dari ayat ini kita secara jelas diperintahkan untuk menjaga diri dan keluarga kita dari tipu daya dunia yang bisa memasukkan kita pada neraka Allah. Tentu menjaga ini bukanlah hal mudah. Karena di luar sana tipu daya nikmat dunia itu luar biasa dibuat agar manusia terlena.

Jika kita tidak berada dalam lingkungan dan lingkaran yang terbina bukan tidak mungkin kita akan ikut tergoda. Untuk itulah penting untuk memastikan diri dan keluarga kita berada dalam lingkungan yang terbina oleh nilai-nilai islam.

Agar Ikatan Keluarga Menjadi Kokoh

Melalui rumah tangga yang Islami, diharapkan akan membentuk komunitas kecil di dalam masyarakat Islam. Bila setiap keluarga dibina dan di didik dengan baik, sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Islam, maka pada akhirnya akan membentuk masyarakat yang Islami pula.

Keluarga atau rumah tangga yang Islami, dibangun atas iman dan takwa sebagai pondasinya, Syari’at atau aturan Islam sebagai bentuk bangunannya, akhlak dan budi pekerti mulia sebagai hiasannya. Rumah tangga seperti inilah yang akan tetap kokoh dan tidak akan mudah rapuh dalam menghadapi badai kehidupan dashyat sekalipun. (Referensi: Hasbi Indra, iskandar ahza dan husnani, Potret Wanita Shalihah, (Jakarta: Penamadani, 2004), hlm. 61-62.)

Cara Terbentuknya Masyarakat Islami

Jika saat ini kita bercita-cita membangun masyarakat islami, menegakkan kalimatullah di bumi ini maka tidak lain semua itu harus dimulai dari keluarga dulu. Ketika satu keluarga sudah terbina tertarbiyah dengan baik maka idealnya setiap anggota saat di luar rumah akan menebarkan nilai-nilai islam pada lingkungan di sekitarnya. Diharapkan juga bisa memberi daya pengaruh sehinga islam semakin mudah berjaya.

Pembentukan Nilai dan Moral

Tarbiyah membantu dalam membentuk karakter dan moral anggota keluarga. Nilai-nilai positif seperti kejujuran, kesabaran, kerja keras, dan empati diajarkan melalui pembinaan ini, yang pada gilirannya membantu individu menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pendidikan Agama dan Spiritualitas

Bagi keluarga yang memiliki keyakinan agama, tarbiyah adalah sarana untuk mengajarkan ajaran agama dan nilai-nilai spiritual kepada anggota keluarga. Ini membantu dalam membentuk hubungan individu dengan Tuhan dan mengarahkan mereka menuju hidup yang penuh makna.

Pembangunan Hubungan Keluarga yang Sehat

Melalui tarbiyah, anggota keluarga diajarkan cara berkomunikasi dengan baik, saling mendukung, dan menghormati satu sama lain. Ini membantu dalam membina hubungan keluarga yang sehat dan kuat.

Keterampilan Sosial dan Emosional

Tarbiyah membantu anggota keluarga mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang penting dalam berinteraksi dengan orang lain di luar keluarga. Kemampuan untuk berkomunikasi, mengelola konflik, dan berempati dapat diajarkan melalui pembinaan ini.

Pencegahan Perilaku Negatif

Melalui pendekatan tarbiyah yang tepat, anggota keluarga dapat diberikan pemahaman tentang konsekuensi dari perilaku negatif, seperti penggunaan narkoba, kekerasan, atau pelanggaran hukum lainnya. Ini dapat membantu mencegah perilaku berisiko dan merugikan.

Komitmen Orang Tua Mengikuti Pembinaan atau Tarbiyah

Bicara soal komitmen artinya kita bicara tentang tekad, niat dan janji. Kita menginginkan anggota keluarga dan anak-anak kita terbina dalam tarbiyah maka artinya kita sendiri sebagai orang tua juga harus lebih dulu berkomitmen mengikuti pembinaan ini dengan baik.

Jika kita mengikuti pembinaan dengan baik, berproses dengan baik, harapannya semua anggota keluarga ikut merasakan kebaikan diri kita. Keberadaan diri kita dengan segala kebaikannya akan menjadikan anggota keluarga simpati dan akan mudah   mengajak mereka masuk dalam pembinaan keluarga ini.

Salah satu ayat yang bisa dijadikan komitmen adalah surah At Tahrim ayat 61 tadi di atas.

Dukungan Orang Tua Dalam Pembinaan atau Tarbiyah Anak

Apa saja bentuk dukungan kita sebagai orang tuda dalam proses pembinaan anak?

Dukungan Psikologis

Dukungan psikologis lebih menekankan pada hal-hal yang berifat motivasi, dukungan sosial dan sejenisnya. Usia anak-anak bahkan kita yang sudah dewasa sangat membutuhkan hal ini dalam hal apapun. Terlebih kita berperan sebagai orang tua harus mampu menumbuhkan semangat agar anak-anak bisa mengikuti proses pembinaan sehingga terbentuk akhlaq islami dan fikroh islam pada anak.

Dukungan Fisik

Dukungan fisik lebih pada bagaimana kita memperhatikan sisi jasmani anak dalam mengikuti pembinaan. Kita perhatikan kesehatannya, kebutuhan nutrisinya, kemampuan atau kondisi fisiknya sehari-hari dan seterusnya.

Ada buku terkenal di kalangan aktivis dakwah judulnya Cinta di Rumah Hasan Al Banna. Dalam buku itu diceritakan bagaimana beliau sangat peduli dengan kesehatan anak-anaknya sampai-sampai beliau punya buku catatan kapan anak-anaknya terakhir sakit, dokternya siapa, obatnya apa sampai sebegitunya.

Dukungan Keteladanan

Keteladanan menjadi penting dalam proses pendidikan. Orang tua adalah figur pertama anak.

Pesan Imam Syafii pada seseorang yang mendidik putra-putri khalifah Harun Al Rasyid “bahwa Hendaklah yang pertama kali engkau ajarkan kepada anak-anak amirul mukminin adalah memperbaiki  dirimu sendiri”.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *