Yowis Ben! Bukan Film, Biar Gak Baper

Spread the love

Yowis Ben. Ada apa sih dengan satu kalimat pendek bahasa jawa satu ini. Sebenarnya dalam keseharianpun saya juga sudah biasa menggunakan kalimat ini di rumah. Dan hanya saya yang memakai ungkapan ini, karena maklumlah berasal dari kelurga matraman. Ungkapan ini sangat akrab diucapkan oleh masyarakat matraman.

Biasanya saya mengucapkan kalimat pendek yowis ben ini adalah saat-saat misalnya anak-anak susah diarahkan. Atau mendapat komentar tentang penampilan, mendapat masukan untuk hal yang kurang penting atau apalah.

Intinya kalimat ini mewakili perasaan kita yang cuek, masa bodo, bodo amat pada anggapan orang lain terhadap diri kita.

Well, awal terpikir untuk menulis artikel judul yowis ben ini, adalah berawal dari satu siang kemarin (8 september 2019). Saat itu saya membeli nasi goreng di ruko perumahan dimana saya tinggal. Dalam proses saya menunggu pesanan nasi goreng, saya diam-diam mengamati satu meja ditempati beberapa orang perempuan.

Sepertinya sudah pada berkeluarga. Semua wajah mereka terpapar make over. Sambil terkesan lahap sekali menyantap menu makan masing-masing dengan udara siang yang sangat menyengat saat itu. Soto panas, sambal melimpah, minumnya es teh dingin.

Apa ya enak perutnya setelah menyantap makanan dengan seperti itu? Pikir saya dalam hati. Udara panas menyengat, makan luar biasa pedas, minunya es pula. Selama saya mengmati mereka sangat cuek bahkan mungkin tidak merasa kalau saya mengamati mereka. End.

 

Yowis Ben Artinya

Yowis ben, yo wis ben, yowes ben, yo wes ben, sakinahbersamamu.com

Apa sih artinya yowis ben.  Kalimat pendek ini merupakan bahasa Jawa. Yo artinya ya. Wis artinya sudah. Ben artinya biarin. Yowis ben artinya ya sudah biarin. Atau bisa juga diartikan ya sudah terserah.

Pentingnya Mental Yowis Ben

Melihat peristiwa sepele dan pendek di siang itu, membuat saya terkuatkan lagi bahwa memang dalam kehidupan kita sendiripun dalam kondisi tertentu sangat penting memiliki sikap yowis ben.

Eh kok kemana-mana kamu pakai sandal ini sih? Jilbabmu kok ini-ini aja sih? Kamu kok gak minta izin ja ke suami untuk kerja? Semua ini mungkin hanya komentar bayangan dalam hati orang yang suka baperan (bukan saya ya haha. Kemana-mana pakai sanpit cuek aja). Iya gak sih? Lalu minder-minder sendiri, nah saat itulah lawan aja bisikan hati yang tidak jelas itu dengan kalimat yowis ben.

Kalaupun itu komentar yang benar-benar terjadi pada diri kita, ucapkan aja kalimat yowis ben.Tidak perlu baper tidak perlu masuk dalam hati. Kenapa?

Karena orang lain tak pernah benar-benar tahu bagaimana sebenarnya kita alami, kita inginkan dan kita cita-citakan. Orang lain tak pernah benar-benar tahu apa yang menjadi pikiran dan prinsip hidup kita.

Sugesti Yowis Ben

Muslimah usia 35 tahun belum menikah, lulusan S2 memilih menjadi ibu rumah tangga, rumah masih ngontrak sama istri dan anak, anak sudah banyak mobil belum punya, gak pernah posting makan di mall, gak pernah posting foto jalan-jalan apalagi foto mesrah sama pasangan, handphonenya android tipe paling sederhana. Yo wis Ben!

Wajah gak glowing, tas branded gak punya, gamisnya 100 ribuan aja,  jam tangan muslimah gak punya,  gaptek internet, rumah gak pakai wifi, paspor gak punya, ke luar negeri belum pernah, Yo wis Ben!

Sekali lagi, katakan Yo wis Ben!. Karena orang lain tak pernah benar-benar tahu bagaimana sebenarnya yang kita alami, kita inginkan dan kita cita-citakan. Orang lain tak pernah benar-benar tahu apa yang menjadi pikiran dan prinsip hidup kita.

Lalu buat apa baper apalagi minder. Sekian 😀 Maaf tulisan receh di siang bolong. Semoga terhibur.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *