Indahnya Ta’aruf Dalam Islam

Spread the love

-Ta’aruf adalah-. Menulis artikel ini membuat saya teringat banyak hal saat melalui masa indah ta’aruf. Malu-malu mau melontarkan pertanyaan pada calon suami, gagap dan guguplah ya serta grogi tapi alhamdulillaah akhirnya tenang juga selama melaluinya. Karena saat itu sudah pasrah aja.

Kalaupun dikehendaki berjodoh ya alhamdulillaah, meski kepikiran juga. Kalau jadi berjodoh dan menikah nanti kuliah saya bagaimana dan seterusnya. Kalaupun tidak jadi ya pasrahlah pokoknya, minimal bisa buat pengalaman. Pendek pikir saya saat itu yang jauh-jauh dari Jogja pergi ke Malang hanya untuk ta’aruf. Cukup ya curcolnya

Dibahas detail curcolannya di artikel ta’aruf online ya. Soalnya pengalaman pribadi nih awalnya kenal dan saling tahu itu awalnya dari online. Cie semangat banget mau mengikuti kisahnya. Sekalian bantu share artikel yang kamu suka ya di web ini.  Jazaakumullaah Khoir.

ta'aruf online surabaya, ta'aruf adalah, ta'aruf online, foto malam pertama, tips malam pertama, persiapan malam pertama pengantin baru, wongwadon.com
wongwadon.com

 

Baca Juga:

Tips Malam Pertama 

Kata-kata Cinta Untuk Suami

Kata-kata Motivasi Jodoh

Agar Terus Sabar Menanti Jodoh

 

Apa Arti Ta’aruf?

Ada pepatah di kalangan aktivis muslim, tak kenal maka ta’aruf. Jadi apa dong ta’aruf, yes sekilas ta’aruf adalah kenalan (perkenalan). Benar sekali.

Ta’aruf adalah berasal dari bahasa arab ta’arafa – yata’arafu [تعارف – يتعارف], kata kerja (fi’il madzi- fiil mudhorik) yang artinya saling mengenal, saling perkenalan.  Kata ta’aruf telah disebutkan juga di dalam Al quran surat Al Hujurat ayat 13 yang artinya,

“Hai manusia, sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal.”

Dalam konteks yang lebih spesifik, ta’aruf adalah perkenalan antara seorang laki-laki dan perempuan yang hendak ingin segera menikah dalam niat beribadah. Sehingga tata cara ta’arufnya pun harus sesuai syari’at yang telah ditetapkan dalam Islam. BUKAN PACARAN.

Ta’aruf Dalam Islam Adalah

 

ta'aruf adalah, ta'aruf online, malam pertama pengantin, asyiknya malampertama pengantin, indahnya malam pertamapengantin
sakinahbersamamu.com

Ta’aruf atau taaruf dalam Islam tentu tidaklah sama dengan istilah pacaran yang semakin hari semakin dianggap biasa oleh masyarakat muslim sekalipun. Padahal jelas perbedaan mendasar dari keduanya sangat jauh.

Unsur sikap dan mudhorot dari keduanya sangatlah berbeda juga. Lalu seperti apa sih taaruf dalam Islam itu. Jika dalam pacaran tidak ada etika atau norma khusus yang harus ditaati maka sebaliknya dalam taaruf ini sudah ada rambu-rambunya.

Jika hasilnya keduanya ada saling kecocokan barulah berlanjut pada proses khitbah (meminang atau melamar) dimana keluarga laki-laki menemui keluarga perempuan. Setelah itu barulah walimatul ‘urs.

Dalam proses khitbah pun juga ada rambunya ya. Setelah khitbah bukan berarti sudah sah dan halal berhubungan lho ya. Intinya selama kalimat akad nikah belum terucap artinya calon pengantin belum sah hubungan kasih diantara keduanya, apapun bentuknya.

Mau sekedar cium tangan saja saat khitbah sebagai formalitas, atau sekedar tukar cincin, atau berfoto berdua dengan saling bersentuhan kulit, tetaplah semua masih haram dan belum sah ya. Allaahu a’lam bis showwab.

Kalaupun hasil taaruf gagal dan tidak bisa dilanjutkan ke proses selanjutnya maka keduanya harus bisa saling menjaga kerahasiaan hasil selama taaruf. Tidak boleh saling membuka kekurangan calon kepada orang lain. Dasar hujjahnya sama saja dengan kewajiban seorang muslim yang harus menjaga aib saudaranya.

Diantara rambu-rambu dalam taaruf dalam Islam adalah:

Tidak khalwat (berdua-duaan), kalau bisa di dampingi keluarga atau ustadz/ah dalam forum taaruf.

Tidak memandang calon pasangan dengan nafsu

Pihak wanita tidak berhias berlebihan dan memakai wangi-wangian

Pihak ikhwan harus diikuti dengan niat keseriusannya dalam bertaaruf. Bukan untuk main-main dan pilih-pilih menuruti nafsunya saja.

 

Hadist Tentang Ta’aruf Adalah

Tentang hujjah taaruf ini kita bisa merujuk pada hadist dari Anas Bin Malik bahwa al-Maghirah bin Syu’bah ingin menikah dengan wanita, maka Rasulullaah berkata kepadanya, “pergi lalu lihatlah dia, sesungguhnya hal itu menimbulkan kasih sayang dan kedekatan antara kalian berdua.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah no. 1938 dan dinilai shahih dalam Shahih Ibnu Majah).

 

Baca Juga:

Tips Malam Pertama 

Kata-kata Cinta Untuk Suami

Kata-kata Motivasi Jodoh

Agar Terus Sabar Menanti Jodoh

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *