Review Film Terbaru 2019 yang Inspiratif: Iqro’ My Universe

Spread the love

 

review film iqro' my universe, iqro' my universe, film iqro' my universe, film iqro'
Rabu, 12 Juli 2019

 

Film inspiratif  di pertengahan tahun 2019 telah tayang di tengah-tengah kita sejak tanggal 11 Juli kemarin. Film ini berjudul Iqro’- My Universe. Film yang digarap oleh Yayasan Pembina Masjid Salman ITB bersama Salman Film Academy dan didukung Bumi Prasidi Bi-Epsi dan Mitra Andalas Visual ini merupkan film  sekuel dari film Iqro’- Petualangan Meraih Bintang  yang juga sukses tayang di tahun 2017.

 

Baca Juga:

Pengalaman Mengatasi Mata Kering,

Destinasi yang cocok buat honeymoon

Baju Tidur Istri

 

Ada banyak semangat dan hikmah yang bisa diambil setelah kita menonton film ini. Diantaranya spirit menuntut ilmu (pengetahuan alam) setinggi-tingginya, bercita-cita sekuat asa, namun tetap menjaga amal ibadah serta keimanan yang kokoh terhadap Sang Pencipta alam semesta.

Baiklah, film ini bercerita tentang seorang anak bernama Aqilla yang bercita-cita menjadi astronot. Ia terinspirasi dari kakeknya sendiri yang berprofesi sebagai astronot. Berawal dari seringnya Aqilla berdiskusi dan bercerita dengan si kakek tentang kehidupan antariksa serta seringnya Aqilla ikut  ke planetarium tempat kakeknya bekerja ia semakin terobsesi untuk menjadi astronot.

Ada seorang teman sekelasnya yang pernah tinggal di luar negeri juga bercita-cita menjadi astronot. Aqilla dalam film ini digambarkan sebagai sosok muda, cerdas, pekerja keras, sholihah, berani bermimpi besar, tidak putus asa dan ulet. Meski tetap ada juga sisi labil sebagai remaja dari sisi emosi. Kita akan bedah satu per satu setiap karakter Aqilla dari sepenggal cerita dalam film ya.

Singkat cerita, satu hari Aqilla merasa sedih karena kalah dalam mengikuti perlombaan dalam festival sains.( Ia digambarkan sosok yang selalu ingin menang). Di tengah perasaannya yang sedang sedih ia (layaknya generasi millenial lainnya) sesekali ia buka media sosial seperti facebook, instagram dan sesekali ia membuka chanel youtube dari seorang penyanyi remaja muslim yang berasal dari Inggris (Harys).

Nah, tetiba ia menemukan informasi yang cukup menghibur kesedihannya. Yaitu ada lomba membuat Vlog dengan tema kehidupan antariksa dengan mengangkat tokoh astronot dalam vlognya. Lomba ini diadakan oleh pihak LAPAN. Yang membuat Aqilla lebih tertarik lagi, hadiah dari kompetisi ini adalah bisa mengikuti pelatihan astronot dan planetarium (semacam pusatpenelitian antariksa) di Inggris.

Terbayanglah bahwa ini akan menjadi pengalaman luar biasa yang akan membuka peluang tercapainya cita-cita Aqilla di masa depan. Ia sudah terbayang akan meliput kehidupan tokoh astronot yang  tak lain kakeknya sendiri dan ia yakin akan memenangkan kompetisi vlog ini.

Hanya dalam hitungan detik tiba-tiba semua terasa sirna, karena Aqilla mendapat kabar bahwa kakeknya akan pergi ke Inggris untuk kepentingan penelitian di bidang antariksa. Disini suasana hati penonton benar-benar dibuat penasaran oleh sang sutradara. Karakter Aqilla yang sedikit labil dimunculkan lagi. Ia menjadi sedikit sedih, murung dan jaim bahkan ke teman-teman sekelasnya.

Satu hari sepulang sekolah, sesampainya di rumah sang mama memberikan bungkusan paketan dari seseorang yang ia panggil Kak Raudhah. Setelah di Buka ternyata buku ini adalah buku tentang salah satu astronot asal Indonesia bernama Tsurayya (diperankan oleh Maudy).

Dalam sebuah kesempatan Bu Tsurayya menjadi pembiacara di sebuah seminar ilmiah tentang hasil penelitiannya tentang berbagai upaya para astronot melakukan uji coba tanam di planet lain. Dan Aqilla hadir dalam acara ini sekaligus membawa buku pemberian Kak Raudha untuk meminta tanda tangan Bu Tsurayya. Pada sesi adegan ini sangat jelas pemaparan hasil riset yang berhubungan dengan bidang antariksa. Serasa mengikuti perkuliahan bidang  antariksa.

Aqilla jelas langsung berbinar terpikir untuk menjadikan Bu Tsurayya menjadi figur dalam kompetisi vlog yang akan dia ikuti. Namun lagi-lagi jalan meraih cita-cita itu tak semudah membalik tangan. Aqilla pulang dengan sedikit sedih tapi masih terus berpikir dan berupaya agar bisa mengikuti kompetisi vlog.

Tak kurang akal Aqilla baca buku tentang Bu Tsuraya, ia cari dimana tempat Bu Tsuraya bekerja. Esoknya sepulang sekolah ia langsung menuju tempat kerja Bu Tsuraya. Ia sampaikan maksud hatinya, cita-citanya dan harapan-harapannya di masa depan.

“Menjadi astronot itu harus cerdas dan menguasai beberapa ilmu diantaranyanya fisika dan matematika. Karena seorang astronot bisa pergi ke luar angkasa itu karena adanya hitungan yang matematis. Saya akan berikan kamu beberapa tugas terlebih dahulu jika kamu lulus saya akan bersedia membantu”

Aqilla lolos tugas pertama mengerjakan soal fisika dari Bu Tsuraya. Tugas selanjutnya, Bu Tsuraya bercerita tentang hasil penelitian nasa tentang dua tanaman yang berkhasiat untuk memfilter gas-gas beracun di sekitar kita yang semakin hari semakin banyak. Aqilla lolos juga karena berhasil membawakan tanaman bunga krisan kepada Bu Tsuraya.

OK, deal, Bu Tsuraya bilang “dalam kamus hidup saya, janji itu harus ditepati”. Sejak saat itu mereka berdua membuat schedule meeting dan membuat kerangka subtema yang akan dibuat dalam vlog. Diantaranya tentang kehidupan sehari-hari seorang astronot yang harus latihan bertahan di dalam kolam renang, olah raga, naik roller coaster (adegan ini juga seru,karena untuk pergi ke planet lain kecepatannya melebih roller coaster), dan seterusnya.

Selesai semua dibuatkan video, sesampai di rumah ia kehilangan handphone yang ia pakai menyimpan video dengan Bu Tsuraya selama ini. Pagi-pagi diesok harinya ia pergi ke kantor BU Tsuraya, ternyata Hpnya tertinggal disana dan Bu Tsuraya menitipkan pada asistennya untuk diberikan kepada Aqilla.

Sekaligus Aqilla membaca pesan bahwa pagi itu Bu Tsurayya sudah terbang ke Inggris untuk kepentingan penelitian. Karena robot yang ditugaskan ke luar angkasa telah tiba lagi di Bumi untuk segera dilakukan penelitian kembali dari data yang dibawa robot tersebut. Sedih lagi.

Puncak kesedihan sekaligus puncak kebahagiaan ada di akhir sesi. Penasaran ya, simak sedikit lagi nih. Tanggung. Tapi lebih seru nanti nonton sendiri ya mak.

Pada satu malam Aqilla siap di depan laptop untuk menyusun potongan-potangan video yang akan dijadikan rangkaian vlog utuh yang akan ia kirimkan ke pihak LAPAN sebagai peserta kompetisi vlog, dan saat itu juga ia harus meninggalkan kamarnya beserta hp nya (ke kantor polisi) untuk menolong seseorang. Karena ayah Aqilla (diperankan Bens Kasyafani) adalah seorang lawyer.

Sesampai di kamarnya, oh my god ia menjerit histeris. Hp yang ia tinggal tadi sudah masuk dalam akuarium mini di dalam kamarnya. Tidak lain si adiknya yang masih balita yang tak sengaja memasukkannya. Pupus sudah harapan untuk mengikuti kompetisi vlog dan harapan-harapan lain. Oma, mama, papa semua mencoba menghibur Aqillaa.

Kini ia terlihat pasrah, hingga ada saudaranya yang menunjukkan ada video di website LAPAN dengan judul INSPIRASI AQILLA. Wah kok bisa yaa? Kira-kira darimana coba? Ada yang bisa menebak? Haha saya aja waktu nonton ndak terpikir sama sekali. Padahal hp nya Aqilla yang menyimpan semua data sudah hilang karena hpnya rusak dan belum sempat ia upload ke websitenya LAPAN. Tonton aja ya kalau penasaran. Agar film bermutu seperti ini tidak kalah penontonnya dengan film lain.

Banyak hal menarik yang belum bisa saya tuliskan semua dalam satu artikel ini. Dua kata pesan saya. TONTON AJA!!!!

Bagus untuk menginspirasi generasi milenial yang semakin jauh dari karakter berani bermimpi dan bercita-cita. Setelah nonton film ini jadi langsung ingin beli bunga krisan hehe. Pengetahuan alam juga bertambah euy.  Allaahu a’lam bis showab semoga bermanfaat.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *