Let’s Read Anakku: Bagaimana Membangun Minat Baca Pada Anak?

Spread the love

Minat Baca Anak: Let’s Read Anakku. Pada artikel ini saya hanya ingin murni bercerita tentang pengalaman pribadi saya sebagai Ibu tentang bagaimana membangun minat baca pada anak-anak saya.

Sebelumnya saya sudah pernah membagikan sedikit pengalaman tersebut di beberapa postingan akun media sosial instagram pribadi saya, yang nantinya dokumentasi dalam bentuk postingan tersebut juga akan saya jadikan media visual pendukung dalam artikel ini.

Salah satunya vlog pendek berikut ini yang saya buat saat ada beberapa pertanyaan masuk, menanyakan bagaimana caranya menumbuhkan minat baca anak.

Awal Mula Kenapa Saya Ingin Membangun Minat Baca Anak Sejak Dini.

Berawal dari pengamatan sekilas terhadap aktivitas anak-anak di era digital saat ini semakin menumbuhkan kekuatiran dan membuat hati saya miris serta bertanya-tanya dalam hati kecil, akan jadi apa anak-anak ini kelak.

download aplikasi lets read, membangun minat baca anak, membaca menyenangkan, aplikasi bermanfaat agar anak minat bca

Jika aktivitas hariannya selain sekolah hanyalah duduk manis menikmati gadget untuk game, nonton hiburan di  youtube, atau bahkan sekedar bermain tiktokan bersama teman-temannya seperti ini. Terbersitlah bayangan potret buram generasi bangsa di masa depan. Oh NO! Kita punya PR besar untuk anak-anak.

Tak jarang juga saya melihat pemandangan baru di warkop-warkop yang dulu umumnya diramaikan oleh kaum bapak-bapak dewasa saat ini sudah tidak jarang lagi anak-anak usia sekolah bahkan usia masih TK nongkrong bersama ayahnya di warkop dengan menikmati gadget di genggaman dengan memanfaatkan fasilitas wifi gratisan. Semoga ini hanyalah pemandangan kasuistik, begitu saja doa saya.

Akhirnya saya semakin terdorong untuk bertekad bagaiman anak-anak saya tidak ketinggalan perkembangan dunia digital tetapi juga tidak candu dengan gadget. Ini sudah menjadi misi sejak saya belum memiliki anak.

Lalu, apa yang sudah saya lakukan untuk membangun minat baca anak pada anak-anak saya, let’s read.

Membangun Minat Baca Anak

Memahami Psikologi Perkembangan Anak

Perkembangan psikologis seperti apa yang harus dipahami orang tua terhadap anak-anaknya, diantaranya:

  1. Kemampuan Imitasi Anak

Anak memiliki kemampuan imitasi (meniru) yang tinggi terhadap apa yang dia lihat disekitarnya. Ini harus menjadi catatan khusus bagi orang tua untuk menyiapkan semua sedari awal.

Sehingga sayapun berusaha dengan sengaja melakukan aktifvitas membaca di depan anak-anak. Mengatur jam kapan saya harus memegang handphone dan mengatur diri sendiri tentang hal apa saja yang harus membolehkan saya memegang handphone.

Saat menemani mereka bermain, tidur dan lain-lain sebisa mungkin saya berusaha tidak memegang HP.

2.Membangun kelekatan yang bagus dengan anak.

Anak yang  memiliki kelekatan emosional yang bagus dengan orang tuanya juga akan lebih mudah untuk diarahkan dari pada yang tingkat kelekatannya lebih rendah. Misalnya tak jarang kita temui anak-anak yang diasuh oleh seorang asisten rumah tangga biasanya akan lebih menurut dengan asistennya dari pada orang tuanya. Salah satunya karena kelekatan emosi lebih terbangun baik dengan asisten dari pada orang tuanya.

Disini kemudian saya berusaha menjadi sosok yang nyaman bagi anak-anak. Saat bermain di luar rumah, bermain pasir bahkan, bermain air dan seterusnya saya berusaha bisa totalitas bersama dengan mereka. Totalitas memberi ASI, totalitas membersamai. Karena saya ingin menumbuhkan trust dalam diri anak saya.

Saya berpikir bahwa trust pada anak merupakan hal penting yang harus ditumbuhkan terlebih dulu sebelum nantinya kita akan punya misi mengarahkan dunia mereka pada banyak kebaikan. Ini saya lakukan sejak anak saya lahir. Jadi memang sedini mungkin usaha itu harus ditatas.

3.Salah satu tugas perkembangan anak adalah bermain.

 Ini adalah tugas perkembangan yang tak boleh dilewatkan. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa ketika kita ingin anak kita suka dengan aktivitas membaca bukan berarti kita berusaha menghilangkan perkembangan yang lain juga tetap harus tetap dilalui oleh anak-anak agar mereka tetap bisa tumbuh maksimal.

Hal tersebut juga yang saya lakukan. Ketika saya mengajak anak-anak agar suka dengan buku bukan berarti saya tidak memberikan waktu pada mereka untuk bermain. Justru disaat bermain itu saya mencoba masuk dengan ke dunia bermain mereka dengan membawa buku.

Biasanya saya akan mendongeng bercerita di depan anak-anak dengan ekrpresiv agar anak-anak tertarik,sesekali membuat mereka tertawa dan senang. Saya menunjukkan bahwa yang saya ceritakan itu ada dalam buku tersebut. Saya tunjukkanlah bukunya.

Besoknya biasanya anak-anak kan mengingat bahwa buku A ceritanya seperti ini. Buku Bceritanya seperti ini. Kadang mereka ketagihan minta dibacakan karena saya lucu kalau membacakan katanya.

Berawal dari suka dibacakan inilah kemudian saya melihat perilaku yang tanpa dimintapun membuat mereka mencari sendiri buku-buku anak yang sudah saya sediakan di rak buku sendiri untuk mereka.

let's read, aplikasi let's read bagus untuk anak, membaca menyenangkan bersama let's read
Menjelang tidur malam



Mereka berdua jujur belum bisa membaca, tetapi sudah suka membaca. Sebelum tidur mereka sudah punya inisiatif untuk membaca lebih dulu sampe tertidur, atau saat diajak bepergian ke luar kota juga berinisiatif membawa buku yang disukai untuk dibaca disepanjang perjalanan di dalam mobil.

Menciptakan Lingkungan Kondusif

Lingkungan disini ada banyak variabel ya. Mulai dari menyediakan buku untuk mereka. Menyediakan lingkungan rumah yang mendukung mereka untuk suka baca.

let's read, aplikasi let's read untuk anak, aplikasi bermanfaat untuk anak,
Sebagian aktivitas selain bermain di siang hari

Salah satu cara yang saya dan suami lakukan adalah tidak menghadirkan televisi di rumah serta mengenalkan dan memahamkan kepada anak tentang apa itu HP, apa fungsinya, dan memahamkan jika saya dan suami sedang memegang Hp itu untuk bekerja karena kebetulan kami orang tua yang bekerja dari rumah (baca: internet marketer). Bukan untuk senang-senang.

Juga menunjukkan aktivitas membaca di depan mereka atau bahkan mengajak mereka membaca buku bersama lalu saya menceritakan isi buku tersebut.

Menghadirkan Buku di Sekitar Anak

Teknisnya ini saya lakukan juga sejak sedini mungkin. Tetapi tidak langsung dalam bentuk buku bacaan anak. Awal usia 2 tahunanlah ya saya sajikan kertas bekas revisi skripsi dan tesis ke mereka. Saya persilahkan mereka untuk menyobek, meremas danseterusnya.

Saya ajari mereka menyobek kertas,meremasnya dan bermain-main kertas.

Tujuannya jika motorik halusnya untuk menyobek dan meremas kertas sudah tuntas maka saat dihadirkna buku mereka tak lagi ingin menyobek buku-bukunya. Benar sekali harapan yang terjadi. Saat anak mulai bosan dengan kertas, tandanya mereka tak lagi menyobek dan mau bermain kertas, saat itulah saya mulai hadirkan buku. Al hasil saat itu mereka tak lagi ingin menyobek buku.

Satu tips lagi untuk poin ini, untuk para Ayah Bunda juga bisa menghadirkan buku di sekitar anak melalui media digital. Gadget ataupun handphone melalui aplikasi yang menurut saya sangat inovatif dan bermanfaat sekali mendukung minat baca anak.

Aplikasi tersebut bernama Let’s Read. Secara pribadi saya sangat mendukung sepenuhnya atas dibuatnya aplikasi ini. Untuk itu saya juga mengaja para Ayah Bunda untuk mengunduh aplikasi yang sangat bermanfaat ini.

Icon Aplikasi Let’s Read

Bagaimana cara mengunduhnya? Ayah Bunda tinggal klik ini link ini. Atau kalau kesulitan langsung saja klik link ini: https://bit.ly/downloadLR

Anak-anakpun bisa menikmati aplikasi let’s read layaknya membaca buku non digital

Kenapa saya merekomendasikan aplikasi ini. Pertama, ini aplikasi non profit jadi tidak ada iklan. Kedua, ada banyak macam genre buku mulai dari sain, fabel, cerita pendek dan lain-lain. Ketiga, cerita full bergambar warna. Keempat, tersedia banyak bahasa dari berbagai negara karena memang aplikasi ini didedikasikan untuk anak-anak se ASIA.

Berperan Aktif Terlibat Dalam Aktivitas Anak

Harus ada totalitas dan loyalitas khusus waktu bersama anak ini juga penting. Sebisa mungkin saya berusaha bersama anak-anak di waktu-waktu aktif mereka. Membuka Hp pun menunggu saat mereka tidur dan seterusnya. Semua dilakukan demi membangun kelekatan emosi dan kepercayaan pada anak.

Note: penting juga memahami tentang manfaat membacakan buku pada anak.

Perilaku Membaca Akan Menjadi Satu Kebiasaan Tanpa Disadari Anak

Dengan berjalannya waktu yang tidak singkat saat artikel ini ditulis anak pertama saya berusia 4 tahun 10 bulan dan belum pernah masuk sekolah masih akan masuk sekolah tingkat TK tahun ajaran baru 2020-2021 ini.

Sedangkan anak kedua saya berusia 3 tahun 9 bulan. Keduanya saat ini seperti yang sudah saya singgung di poin sebelumnya, sudah terbiasa membaca buku bahkan saat mereka sudah bosan dengan buku-bukunya mereka sudah bisa meminta untuk dibelikan lagi buku baru.

Meski mereka membaca melalui gambar baik buku komik maupun buku bacaan yang bergambar. Tetapi minat membaca mereka sudah terlihat dan sudah lebih baik jika dibandingkan dengan teman seusianya.

Saya selalu memotivasi mereka bahwa nanti harus rajin belajar membaca agar bisa lebih memahami apa yang dibacanya.

One comment Add yours
  1. Setuju banget bahwa kita harus tetap meningkatkan minat baca anak, karena bagaimana pun juga tanpa membaca dunia mereka tidak bisa seluas dibandingkan teman-temannya yang suka membaca. Sangat menginspirasi mbak untuk saya praktekkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *