Understand The Family Therapy Techniques Concept

Spread the love

Family Therapy Techniques Concept -.Kamu mahasiswa psikologi? sedang mencari ide untuk tugas kuliah? mencari tambahan kajian teori tentang family therapy? Yuk mari baca artikel ini. Jika bermanfaat jangan lupa share ya.

Jika butuh informasi lebih lanjut terkait artikel ini bisa hubungi saya langsung (silahkan lihat keterangan di kolom about me ya). Atau informasi tentang buku-buku psikoterapi Corsini, buku psikologi yang lain juga boleh.

 

Baca juga:

Kata-kata Motivasi yang Powerfull

Hubungan Suami Istri

Manfaat Memeluk Pasangan

 

Flashback of  Family Therapy Techniques Concept

Jika kita mau merunut awal munculnya konsep tentang  family therapy Techniques Concept (terapi keluarga) ini sebenarnya sudah ada sejak masa Freud (SigmundFreud) masih eksis. Jika mau dirunut asal muasal konsep ini muncul maka Freud juga memiliki andil besar dalam hal ini.

Terlebih untuk menemukan prosedur intervensi yang berfungsi untuk menanggulangi dan mengurangi perilaku individu yang neurotik dan simptomatis dalam satu keluarga.

Namun meskipun Freud sendiri sering mengakui bahwa ada dampak yang kuat dari fantasi individu (konflik personal) dengan konflik keluarga, di sisi lain Freud justru menghindari keterlibatan keluarga dalam sebuah perlakuan (treatment) yang dia lakukan.

Hal tersebut bisa teman-teman amati di sekian buku terapi psikologi yang menyampaikan tentang teknis terapi psikodinamik yang dikembangkan oleh Freud, yang justru cenderung sangat privasi dan individual.

Berdasar pemaparan di atas kita bisa memahami bahwa asal muasal konsep tentang konflik dan terapi keluarga sudah dikaji sejak zaman Freud. Dengan dasar teori bahwa konflik individu yang neurotik memiliki dampak kuat pada adanya konflik keluarga.

Kemudian Adler membahas lebih jauh dari pada Freud tentang konsep family therapy ini. Jika Freud lebih menekankan pada konteks pengaruh perilaku ataupun kepribadian anggota keluarga secara personal (stres, neurotik) maka Adler lebih cenderung  fokus pada peran utama sebuah keluarga.  Dimana bentuk interaksi di dalam keluarga merupakan kunci utama untuk memahami arus hubungan seseorang baik di dalam maupun di luar keluarga.

Dilanjutkan oleh Harry Stack Sullivan di awal-awal tahun 1920. Dia berpendapat bahwa individu merupakan produk atau hasil dari bentuk situasi interpersonal yang berulang  terus menerus. Sullivan berspekulasi bahwa peran keluarga memainkan transisi di masa dewasa dengan gejala scizofrenia dalam kurun waktu tertentu.

Don Jackson dan Murray Bowen, dua orang trainer family therapy yang dilatih langsung oleh Sullivan, akhirnya mengembangkan gagasan tentang bentuk interaktif keluarga dan tentang bagaimana mengaktifkan intervensi bersama-sama dengan keluarga.

Figure of Family Therapy

Ada banyak tokoh psikologi yang terkenal dalam pembahasan khusus tentang terapi keluargaini. Mereka sangat berperan banyak dalam pengembangan teori sekaligus praktik dala pelaksanaan teknis tentang  terapi keluargaa. Diantara dari mereka adalah Murray Bowen  (1913-1990), Salvador Minuchin, Virginia Satir (1916-1988), Michael White (1948-2008).

Kalau mengingat jaman masih kuliah rasa-rasanya nama Virginia Satir yang paling tidak asing jika membaca konsep dan hasil riset jurnal tentang tema terapi keluarga. Iya gak sih, mari lanjut baca.

The Family  as a System

Keluarga merupakan sebuah sistem yang di dalamnya terdapat sebuah kerangka hubungan yang komplek. Sehingga dalam konteks ini seorang terapis keluarga akan memberikan perhatian terhdap dua hal yaitu tentang struktur keluarga (bagaimana menyusun, mengatur dan menjaga semua bagian dari keluarga) dan tentang bagaimana prosesnya (cara untuk beradaptasi, mengubah dan mencari solusi).

Para peneliti psikologi melihat bahwa keluarga sebagai sistem kehidupan yang terus berjalan lama dengan sebuah kompleksitas yang di dalamnya sehingga terbangun sebuah jaringan yang akan membentuk konstitusi bersama menjadi sebuah entitas yang lebih besar dari sejumlah hal simpel yang bersifat individual dari anggota keluarga.

Bahwa sistem adalah sesuatu yang bisa berubah, merupakan bagian dari konteks sosial yang lebih yang lebih luas dan merupakan hal di luar komunitas.

Nah dalam poin ini setelah kita memahami konsep bahwa keluarga merupakan sebuah “sistem” harapannya kita (sebagai mahasiswa psikologi, aktivis kajian psikologi)  akan mampu mengklasifikasikan masalah yang sedang terjadi dalam satu keluarga secara objektif dan komprehensif.

Lalu bagaimana tentang pendekatan tekni kterapi keluarga ini? Lanjut baca ya mbak mas …

 Family Therapy Techniques

Teknik-teknik apa saja sih yang bisa diterapkan dalam praktik  terapi keluarga ini. Well, ternyata tidak ada teknik tunggal yang bisa dipakai untuk semua klien dengan berbagai situasi. Sehingga, pendekatan dengan multisistem dan penelitian yang berdasar pada kapanpun waktu yang memungkinkan sedang digunakan sebagai dasar untuk memahami dan menangani berbagai konflik emosional dan perilaku seseorang dalam kesatuan keluarga.

Adapun pendekatan multisistem tersebut telah dirumuskan oleh Goldenberg and Goldenberg (2008). Yaitu ada delapan pandangan dan pendekatan teoritis  untuk memahami  family therapy techniques atau teknik-teknis dalam terapi keluarga ini.

 

*to be continue yaaa

Object Relation Family Therapy

Experiental Family Therapy

Transgenerational Family Therapy

Structural Family Therapy

Strategic Family Therapy

Cognitive Behaviour Family Therapy

Social Constructionist Family Therapy

Narrative Therapy

 

 

 

2 comments Add yours

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *