Bareskrim Polri Berhasil Ungkap Judi Online Beromset Rp.15 Milliar Perbulan.

Sakinahbersamamu.com – Semarang – Direktorat Tipid Cyber Bareskrim Polri menyerahkan 9 tersangka yang diduga sebagai tersangka pelaku judi online beserta barang bukti diserahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Semarang.

Para pelaku tersebut diamankan atas perannya membuat rekening dan melakukan transaksi baik penerimaan uang , pengumpulan maupun pengiriman uang hasil transaksi dalam situs Judi Onlin atau 1xbet.

Dalam keterangan Pers oleh pihak Kejaksaan Negeri Semarang dan Penyidik Bareskrim Polri yang tergabung dalam satgas Pemberantasan Judi Online di Loby Kantor Kejaksaan Negeri Semarang pada Kamis ,(27/06/2024) siang.

Penyerahan pelaku dilakukan oleh Tim Penyidik yang dipimpin oleh AKP Bambang Meiriawan,S.H,M.H selaku Kasubnit Unit 3 Subdit I Direktorat TP Cyber Bareskrim Polri didampingi Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Semarang M.Rizky Pratama.

Dari keterangan Pers , para pelaku saat di tangkap berada di 3 wilayah yang berbeda yaitu Semarang , Jakarta dan Medan. Mereka ini merupakan para karyawan yang bertugas melakukan pembuatan rekening untuk memudahkan saat transaksi di situs judi online/1xbet.

“Selain itu mereka berperan melakukan transaksi penerimaan , pengumpulan , maupun pengiriman uang hasil transaksi judi dalam situs tersebut,” ungkap AKP Bambang Meiriawan.

Adapun rekening yang mereka gunakan untuk aktifitas deposit dan withdraw adalah bank yang ada di Indonesia. Dari aktifitas judi online itu omser yang diraih pelaku diperkirakan mencapai Rp.15 Milliar perbulan.

“Selain 9 tersangka tersebut , kami juga menyerahkan beberapa barang bukti berupa 77 rekening beserta kartu ATMnya , 1 token , 33 unit HP , 3 laptop dan uang kurang lebih sebesar Rp.700 juta,” sebutnya.

Meski melakukan aktifitas perjudian Online di Indonesia, ternyata server situs dan operatornya berada di Filipina dan Kamboja. Saat ini Bareskrim Polri sedang melakukan pengejaran terhadap 2 DPO pelaku yang berperan sebagai bandar di Luar Negeri.

“Meski servernya di Filiphina dan Kamboja , namun aktifitas judi mereka dilakukan di wilayah hukum Indonesia yang mana hal itu bertentangan dengan peraturan hukum yang berlaku. Maka dari itu kami sudah kirimkan red notice ke Filiphina dan Kamboja terkait 2 DPO tersebut,” tegasnya.

Dalam penanganan kasus ini ia juga tengah melakukan koordinasi dengan kominfo untuk menutup situs-situs judi online yang dilakukan oleh para tersangka.

Sementara itu Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kota Semarang mengungkapkan bahwa para tersangka akan dilakukan penahanan sembari menunggu pihaknya menyempurnakan rencana dakwaan dalam sidang nanti di pengadilan.

“Siang ini kami menerima pelimpahan 9 tersangka dan barang bukti kasus perjudian online yang diungkap oleh tim penyidik Bareskrim Polri. Para tersangka selanjutnya akan dilakukan penahanan oleh pihak kejaksaan negeri di LP Kedungpane dan LP Bulu karena ada beberapa tersangka wanita,” pungkasnya.

Para tersangka dijerat dengan pasal 303 KUHP , pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (2) UU No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU No.11 tahun 2008 dan UU No.3 tahun 2011 tentang transfer dana dan UU No.8 tahun 2010 tentang TPPU dengan ancaman pidana antara 5 hingga 20 tahun penjara dan denda maksimal 10 milliar rupiah.

Dalam keterangannya di Mapolda Jateng Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu turut menghimbau kepasa seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas perjudian online.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas judi online. Karena hal tersebut melanggar hukum dan merugikan diri sendiri. Mari kita saling sama-sama mengawasi dan melindungi orang-orang terdekat dari perjudian online,” tandasnya.

Exit mobile version